Sabtu, 17 Januari 2015

LARANGAN MERAYAKAN NATAL & TAHUN BARU BAGI UMAT ISLAM

LARANGAN MERAYAKAN NATAL & TAHUN BARU BAGI UMAT ISLAM

     Sapi Betina (Al-Baqarah):109 - Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

      Sapi Betina (Al-Baqarah):120 - Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

     Sungguh jarang disadari oleh umat islam bhwa diantara budaya dan kebiasaan hdup yg kita lakukan selama ini, ternyata banyak yg meniru niru mila (ajaran) kebaktian dan budaya org org kafir ahlul kitab. Padahal mereka itu telah dilaknat Allah melalui lisan nabi nabi mereka sendiri.

     Jamuan (Al-Mā'idah):78 - Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.
Jamuan (Al-Mā'idah):79 - Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.

     Rasulullah s.a.w jg pernah bersabda: "Sesungguhnya para roby yahudi dan rahib2 nasrani telah dilaknat Allah melalui lisan nabi2 mereka, krn meninggalkan amar ma'ruf nahyi munkar (tdk memerintahkan umatnya berbuat kebenaran dan tdk melarang umatnya berbuat dosa dan kedurhakaan), mereka jg ditimpa berbagai bencana dan malapetaka kehinaan" (Hr.at Tabrani).

     Sdra sdraku... salah satu ajaran yg telah menjadi tradisi budaya dan dianggap sepele oleh umat islam termasuk sbagian tokoh ulama dlm tnda kutip, adalah kebiasaan ikut ikutan merayakan natal dan tahun baru masehi di tengah malam dgn membunyikan terompet, klakson, sirine, membakar petasan kembang api, pesta pora dan pemborosan lainnya.

     Padahal masehi dlm pengertian bhs arab artinya org org kristen. Sedangkan natal artinya kelahiran tuhannya org kristen.
Jdi, perayaan natal & thn baru masehi artinya merayakan hri raya kelahiran tuhan kristus dan perayaan tahun baru kristen. Kedua hal tsb merupakan bagian ritual kebaktian ibadah khusus yg penting bgi org2 kristen, skaligus ibadah sosial bgi mereka.
Nah umat islam yg masih dungu menganggap perayaan natal dan tahun baru tsb sbg tradisi budaya biasa. Shingga tanpa merasa dosa ikut ikutan merayakannya dgn berpesta di taman2 hiburan, mal mal, dll.

     Banyak umat islam terpedaya ikut merayakan hri raya org2 kristen tsb dgn melakukan pemborosan, begadang sambil berhura hura, pergaulan bebas dan berbauran antara laki laki dan perempuan sampai tengah malam, bahkan banyak yg sampai pagi, dan perbuatan munkar lainnya hingga lupa shalat subuh.

     Pdhal menurut sejarahnya, perayaan thn baru tsb adalah salah satu peribadatan misa kebaktian org kristen utk menyambut dewa dewa sembahan mereka, yg sebagian besar dijadikan nama nama bulan masehi. Misalnya, dewa Janus, Febrianus, Martinus, Aprelius, Julius, Agustinus atau Augustus, Septianus, Oktavianus dll.
Sungguh sangat naif kebodohan yg menyekimuti sdr sdr muslim kita.

     Tdk dpt dipungkiri bhw perayaan natal dan thn baru masehi bgi umat islam yg masih suka ikut ikutan, akan memberi dampak buruk dan munkar bgi pelakunya, yaitu: 1. Pelakunya telah terperosok dlm kemurtadan tanpa ia safari. 2. Dilaknat Allah, krn membuat kegaduhan dan menganiaya diri dan org lain (dzalim). 3. Lupa berdzikir, lupa shalat malam, lupa shalat subuh dan banyak melanggar larangan Allah. 4. Melakukan perbuatan sia-sia (begadang sampe pagi), menjadi sfr sdrnya syetan dgn melakukan banyak pemborosan bakar petasan, kembang api dll.
Allah telah memperingatkan: dan jgnlah kalian hambur hamburkan hartamu utk pemborosan. Sesungguhnya para pemboros2 itu adalah saudara saudaranya syetan, dan syetsn itu adalah sangat kafir kpd Tuhannya. (Al Isra' : 26-27)

     Oleh krn itu, sy sampaikan risalah ini dlm rangka da'wah kpd sesama muslim. Krn Allah jg sdh nengingatkan, " Jamuan (Al-Mā'idah):51 - Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

     Riwayat turunnya ayat ini sbg jwban pertanyaan shbat nabi s.a.w yg bernama Ubadah bin Samit (dr suku Kadzrat) kpd Rasulullah s.a.w ttg persahabatannya yg akrab dgn para ahlul kitab. Setelah turun ayat ini, larangan tsb tdk hanya berlaku bagi Ubadah bin Samit, ttapi berlaku umum bgi seluruh kaum muslimin umat Rasul s.a.w. Tetapi beliau mengecualikannya khusus bagi Abdullah bin Ubay yg dinyatakan sbg dedengkot kaum munafiq.

     Berdasarkan dalil ayat dan riwayat di atas, maka siapa saja yg suka ikut ikutan melaksanakan tradisi budaya hidup mereka (kaum kafir ahlul kitab) berarti telah murtad dan masuk perangkap ke dlm golongan mereka. Rasulullah s.a.w juga bersabda demikian, "Barangsiapa meniru niru kebiasaan suatu kaum, maka ia termasuk kaum mereka"(Hr. Ahmad & Abu Daud).

     Firman Allah dan hadits di atas jg mengandung arti bhw jika ada umat islam yg suka meniru niru kbiasaan org yahudi dan nasrani merayakan natal dan tahun baru masehi, berarti org tsb trmasuk golongan org kristen dan murtad tanpa sadar dri agama islam. Pdahal murtad adalah dosa besar yg dibenci Allah. Dalam pernyataanNya Allah berfirman: "Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Di surat ali imran, Allah jg telah menyatakan dgn isi kandungan makna yg sama dgn disertai alasan dan akibat yg akan ditimbulkannya, Allah berfirman, " 118 - Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. 119 - Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata "Kami beriman", dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu karena kemarahanmu itu". Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati yg di dlm dada. Ali imran: 118-119

     Dari uraian uraian yg sy sampaikan dalam risalah ini, maka perlu ditekankan kpd kaum muslimin melalui para org tua, guru, para ustadz, para khotib dan seluruh pelaku da'wah, agar turut aktif menyampaikan masalah ini kpd anak anak didiknya masing masing, atau kepada para jamaah pada umumnya. Perayaan tahun baru setiap tahunnya, sebenarnya termasuk bahaya serangan aqidah bagi umat islam yg selama ini sdh dianggap biasa dan masalah sepele.

     Semoga larangan larangan Allah yg bisa menjadikan generasi kita murtad tanpa sadar sprt kasus perayaan natal dan tahun baru masehi oleh umat islam ini tdk dianggap sepele dan dilanggar terus. Krn membahayakan aqidah generasi generasi penerus kaum muslimin. Semoga Allah membimbing kita dan anak anak cucu keturunan kita ke jalan yg benar dan diridhoiNYA, menuju keselamatan hakiki dlm bingkai ajaran Islam yg lurus dan sempurna, menuju kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Mohon bimbingannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar