LARANGAN MERAYAKAN NATAL & TAHUN BARU BAGI UMAT ISLAM
Sapi Betina (Al-Baqarah):109 - Sebahagian besar Ahli Kitab
menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran
setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka
sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan
biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya
Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Sapi Betina (Al-Baqarah):120 - Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan
senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah:
"Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan
sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan
datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong
bagimu.
Sungguh jarang disadari oleh umat islam bhwa diantara budaya dan
kebiasaan hdup yg kita lakukan selama ini, ternyata banyak yg meniru
niru mila (ajaran) kebaktian dan budaya org org kafir ahlul kitab.
Padahal mereka itu telah dilaknat Allah melalui lisan nabi nabi mereka
sendiri.
Jamuan (Al-Mā'idah):78 - Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani
Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu,
disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.
Jamuan (Al-Mā'idah):79 - Mereka satu sama lain selalu tidak melarang
tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang
selalu mereka perbuat itu.
Rasulullah s.a.w jg pernah bersabda: "Sesungguhnya para roby yahudi dan
rahib2 nasrani telah dilaknat Allah melalui lisan nabi2 mereka, krn
meninggalkan amar ma'ruf nahyi munkar (tdk memerintahkan umatnya berbuat
kebenaran dan tdk melarang umatnya berbuat dosa dan kedurhakaan),
mereka jg ditimpa berbagai bencana dan malapetaka kehinaan" (Hr.at
Tabrani).
Sdra sdraku... salah satu ajaran yg telah menjadi tradisi budaya dan
dianggap sepele oleh umat islam termasuk sbagian tokoh ulama dlm tnda
kutip, adalah kebiasaan ikut ikutan merayakan natal dan tahun baru
masehi di tengah malam dgn membunyikan terompet, klakson, sirine,
membakar petasan kembang api, pesta pora dan pemborosan lainnya.
Padahal masehi dlm pengertian bhs arab artinya org org kristen. Sedangkan natal artinya kelahiran tuhannya org kristen.
Jdi, perayaan natal & thn baru masehi artinya merayakan hri raya
kelahiran tuhan kristus dan perayaan tahun baru kristen. Kedua hal tsb
merupakan bagian ritual kebaktian ibadah khusus yg penting bgi org2
kristen, skaligus ibadah sosial bgi mereka.
Nah umat islam yg masih dungu menganggap perayaan natal dan tahun baru
tsb sbg tradisi budaya biasa. Shingga tanpa merasa dosa ikut ikutan
merayakannya dgn berpesta di taman2 hiburan, mal mal, dll.
Banyak umat islam terpedaya ikut merayakan hri raya org2 kristen tsb dgn
melakukan pemborosan, begadang sambil berhura hura, pergaulan bebas dan
berbauran antara laki laki dan perempuan sampai tengah malam, bahkan
banyak yg sampai pagi, dan perbuatan munkar lainnya hingga lupa shalat
subuh.
Pdhal menurut sejarahnya, perayaan thn baru tsb adalah salah satu
peribadatan misa kebaktian org kristen utk menyambut dewa dewa sembahan
mereka, yg sebagian besar dijadikan nama nama bulan masehi. Misalnya,
dewa Janus, Febrianus, Martinus, Aprelius, Julius, Agustinus atau
Augustus, Septianus, Oktavianus dll.
Sungguh sangat naif kebodohan yg menyekimuti sdr sdr muslim kita.
Tdk dpt dipungkiri bhw perayaan natal dan thn baru masehi bgi umat islam
yg masih suka ikut ikutan, akan memberi dampak buruk dan munkar bgi
pelakunya, yaitu: 1. Pelakunya telah terperosok dlm kemurtadan tanpa ia
safari. 2. Dilaknat Allah, krn membuat kegaduhan dan menganiaya diri dan
org lain (dzalim). 3. Lupa berdzikir, lupa shalat malam, lupa shalat
subuh dan banyak melanggar larangan Allah. 4. Melakukan perbuatan
sia-sia (begadang sampe pagi), menjadi sfr sdrnya syetan dgn melakukan
banyak pemborosan bakar petasan, kembang api dll.
Allah telah memperingatkan: dan jgnlah kalian hambur hamburkan hartamu
utk pemborosan. Sesungguhnya para pemboros2 itu adalah saudara
saudaranya syetan, dan syetsn itu adalah sangat kafir kpd Tuhannya. (Al
Isra' : 26-27)
Oleh krn itu, sy sampaikan risalah ini dlm rangka da'wah kpd sesama
muslim. Krn Allah jg sdh nengingatkan, " Jamuan (Al-Mā'idah):51 - Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi
dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah
pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil
mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan
mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang
yang zalim.
Riwayat turunnya ayat ini sbg jwban pertanyaan shbat nabi s.a.w yg
bernama Ubadah bin Samit (dr suku Kadzrat) kpd Rasulullah s.a.w ttg
persahabatannya yg akrab dgn para ahlul kitab. Setelah turun ayat ini,
larangan tsb tdk hanya berlaku bagi Ubadah bin Samit, ttapi berlaku umum
bgi seluruh kaum muslimin umat Rasul s.a.w. Tetapi beliau
mengecualikannya khusus bagi Abdullah bin Ubay yg dinyatakan sbg
dedengkot kaum munafiq.
Berdasarkan dalil ayat dan riwayat di atas, maka siapa saja yg suka ikut
ikutan melaksanakan tradisi budaya hidup mereka (kaum kafir ahlul
kitab) berarti telah murtad dan masuk perangkap ke dlm golongan mereka.
Rasulullah s.a.w juga bersabda demikian, "Barangsiapa meniru niru
kebiasaan suatu kaum, maka ia termasuk kaum mereka"(Hr. Ahmad & Abu
Daud).
Firman Allah dan hadits di atas jg mengandung arti bhw jika ada umat
islam yg suka meniru niru kbiasaan org yahudi dan nasrani merayakan
natal dan tahun baru masehi, berarti org tsb trmasuk golongan org
kristen dan murtad tanpa sadar dri agama islam. Pdahal murtad adalah
dosa besar yg dibenci Allah. Dalam pernyataanNya Allah berfirman:
"Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati
dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan
di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
Di surat ali imran, Allah jg telah menyatakan dgn isi kandungan makna
yg sama dgn disertai alasan dan akibat yg akan ditimbulkannya, Allah
berfirman, " 118 - Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil
menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu
(karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu.
Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari
mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih
besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika
kamu memahaminya. 119 - Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal
mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab
semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata "Kami beriman",
dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari antaran marah
bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): "Matilah
kamu karena kemarahanmu itu". Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi
hati yg di dlm dada. Ali imran: 118-119
Dari uraian uraian yg sy sampaikan dalam risalah ini, maka perlu
ditekankan kpd kaum muslimin melalui para org tua, guru, para ustadz,
para khotib dan seluruh pelaku da'wah, agar turut aktif menyampaikan
masalah ini kpd anak anak didiknya masing masing, atau kepada para
jamaah pada umumnya. Perayaan tahun baru setiap tahunnya, sebenarnya
termasuk bahaya serangan aqidah bagi umat islam yg selama ini sdh
dianggap biasa dan masalah sepele.
Semoga larangan larangan Allah yg bisa menjadikan generasi kita murtad
tanpa sadar sprt kasus perayaan natal dan tahun baru masehi oleh umat
islam ini tdk dianggap sepele dan dilanggar terus. Krn membahayakan
aqidah generasi generasi penerus kaum muslimin. Semoga Allah membimbing
kita dan anak anak cucu keturunan kita ke jalan yg benar dan
diridhoiNYA, menuju keselamatan hakiki dlm bingkai ajaran Islam yg lurus
dan sempurna, menuju kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Aamiin.
Mohon bimbingannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar